pilar oop

Pilar OOP : Sebuah Paradigma Object Oriented Programming

Taufiksi – Sebuah janji lama saya untuk membuat artikel tentang paradigma object oriented programming kepada kamu. Apa saja 4 pilar OOP ?

Ya, akhirnya saya tepatin janji kali ini di yang tidak sedang baik baik saja karena saya pun sedang di kejar deadline skripsi wkwk.

Tapi tidak apa apa karena skripsi bagi kebanyakan mahasiswa apalagi jurusan informatika itu di nomor duakan seperti pacar aja ya.

Kamu yang jurusan teknik pengin lulus cepet ? Wow bagi saya sih mustahil wkwk. Tapi kalau emang kamu mau lulus cepet saya cuma bisa menyemangatin. SEMANGAT wkwk.

Oke kita balik lagi ke topik pembahasan kita kali ini yaitu tentang sebuah paradigma dalam dunia programming. Sebenarnya ada beberapa seperti contohnya paradigma prosedural.

Mulai Online-kan Projectmu

Udah ngodingnya capek, tapi masih di localhost ? tenang, yang kamu perlukan hanya uploud project ke hosting agar bisa diakses orang lain. Beli hosting sekarang dan dapatkan domain gratis.

Beli Hosting

Tapi yang ingin kita bahas terlebih dahulu disini adalah paradigma object oriented programming yang katanya sih legendaris sekali ya sampai sampai mahasiswa muntah muntah.

Biasanya untuk jurusan informatika mendapat paradigma pemrograman ini di semester 5 apa ya, kayaknya saya di semester 5 loh.

Di mata kuliah object oriented juga namanya. Di jamin mantep dah materinya wkwk. Pada mata kuliah itu saya menggunakan java untuk bahasa programnya.

Terus apakah hanya java yang bisa menggunakan paradigma OOP ini ? Jawabannya tidak. Ada beberapa bahasa yang bisa menggunakan oop ini.

Sebelum lebih jauh kedalamnya kita mungkin perlu sedikit lebih tau pengertian oop itu sendiri.

Apa Itu OOP (Object Oriented Programming)

OOP atau yang biasa kita sebut dengan object oriented programming ini adalah sebuah paradigma dalam menuliskan sebuah kode.

Ya, intinya seperti itu doang. Hanya sebuah cara programmer menulis kodenya. Kenapa begitu ? OOP di ciptakan karena programmer harus bisa meminimalisir program dan di buatnya serapih mungkin.

Ini berguna juga untuk mempercepat aplikasi kita dan menghemat penyimpanan.

Banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dari paradigma ini. Dan mungkin akan kamu rasakan jika program yang sudah kamu buat itu puluhan ribu baris.

Ya, tidak salah liat, puluhan ribu baris. Kenapa ? Ya, selamat terjun di dunia programming bro wkwk dimana setiap waktu di habiskan di depan laptop.

Manfaat OOP

Seperti yang sudah saya bilang bahwa OOP mempunyai banyak manfaat dalam mendevelop aplikasimu. Apa aja tuh?

  • Kode semakin ringkas, setidaknya mengurangi puluhan baris lah.
  • Aplikasi ringan, bagaimana ngga ringan kalau kodenya aja ringkas.
  • Mudah jika menemukan error
  • Mempercepat developing aplikasi
  • Dan masih banyak lagi.

Begitu ? Apakah sudah terasa manfaat menggunakan paradigma object oriented programmingnya ?

Mengapa Harus Menggunakan OOP

Konsep yang di bawa oleh OOP adalah dengan menggunakan class sebagai acuannya. Misalkan kamu ingin membuat sebuah fungsi dan ingin menempatkannya berulangkali.

Apa yang kamu lakukan ?

Copas kode sebanyak banyaknya ? Cape ngga ?

Kalau menggunakan oop kamu hanya perlu memanggil class yang berisi code tersebut. Simple ? Ya seperti itulah paradigma ini bekerja.

Semoga aja kamu paham ya wkwk. Memang tidak jelas tapi begitulah.

Class Dan Object

Ya, seperti yang kita singgung diatas bahwa object oriented ini berhubungan dengan class. Lalu apa itu class dalam OOP ?

Jadi class ini merupakan sebuah blueprint dari object. Ini menurut pakar dari dicoding. Terus maksudnya gimana tuh ?

Coba kamu perhatikan code di bawah ini. Ohh ya disini saya menggunakan kotlin untuk mempraktikan object oriented programming.

Karena sedikit ribet kalo menggunakan Java wkwk dan saya tidak begitu ahli java. Sangat tidak baik untuk di contoh ya. Kamu harus bisa semuanya jangan seperti saya.

Liat kode java aja mau muntah rasanya wkwk.

class Mobil {
    // Code
}

Wow mudah banget ya membuat class di kotlin wkwk.

Terus Object itu apa ? jadi object adalah sebuah variable instance yang merupakan wujud dari class itu sendiri. Jadi sebuah object di gambarkan menggunakan variable dan method.

Makin rumit dah wkwk.

Biar makin gampang kita coba sederhanakan, jadi class isinya adalah beberapa kumpulan definisi variable dan fungsi yang merepresentasikan object.

Ngga mudeng ya udah wkwk.

Tentu saja sangat banyak sekali komponen yang ada di object oriented programming. Tapi karena dirasa akan sangat panjang maka artikel ini di persingkat dan membahas pilar pilarnya aja ya wkwk.

4 Pilar OOP (Object Oriented Programming)

Tentu saja, saya juga harus mengerjakan skripsi buat segera keluar dari kampus dan menikmati travelling keliling dunia wkwk. Amin dah.

Terus apa aja tuh pilar OOP. Sebelum itu kita perlu tau apa itu pilar OOP dan kenapa paradigma aja butuh pilar emangnya rumah apa.

Nahh, pilar di sini juga mirip dengan rumah cuma bentuknya bukan dari semen dan pasir. Tapi konsepnya sama yaitu untuk membuat program kita kokoh dan berdiri.

Di paradigma Object oriented programming pun terdapat 4 pilar yang bisa kamu pelajari yaitu inheritance, abstraksi, encapsulasi dan polimorfism.

Wahhh, asing banget ya wkwk. Apa aja ya itu semuanya hmm. Mari kita bedah deh.

Sebenarnya 4 pilar ini sudah sering kamu praktekin tapi entah dalam keadaan kamu sadar atau tidak tapi mungkin sudah sering (kalau sering ngoding tapi ya).

Encapsulasi

Encapsulasi atau yang bisa disebut dengan pengkapsulan adalah konsep tentang pengikatan metode berbeda yang di satukan atau di capsulkan untuk menjadi satu unit metode.

Pilar ini bisa mempermudah dalam membaca code, ini di sebabkan karena informasi yang di sajikan tidak perlu di baca secara rinci.

Inheritance

Wah, sungguh saya lelah sekali wkwk. Jadi inheritance ini adalah konsep OOP dimana hukum warisan disini penting. Ya begitulah.

Saat kita membuat class baru maka kita bisa mewarisi dari bagian class yang sudah ada. Kalau ngga jelas bentuknya seperti dropdown pada sebuah website.

Ada yang namanya sub sub gitu, semakin spesifik.

Abstrack

Gambar abstrack tau ? tidak jelas kan. Nah seperti namanya, abstrack merupakan class yang memiliki informasi abstrak dan metode dari kumpulan data.

Namun sayang, abstrak tidak bisa di ubah dan berlaku juga sebagai kerangka dalam penciptaan subclass lainnya. Ya gitu deh konsepnya saya udah lelah mau ngerjain skripsi wkwk.

Polymorphism

Yang terakhir ada polimorpism yaitu konsep dimana suatu object yang berbeda bisa di akses menggunakan interface yang sama.

Jadi sebuah object yang polimorpis bisa beradaptasi dengan metode apapun yang bisa di implementasikan pada objek tersebut.

Mata Kuliah Object Oriented Programming

Biasanya kalau kamu kuliah di jurusan informatika, atau di jurusan lainnya yang bersangkutan dengan komputer maka akan belajar paradigma ini dari kuliah.

Kalau saya sih belajar dari kuliah karena tidak ada basic ngoding dari sekolah wkwk. Tapi tidak apa apa sih, yang penting masih hidup itu lebih dari cukup.

Terus kapan kamu akan mendapatkan mata kuliah oop ini ? Kemungkinan besar kamu akan mengalaminya pada saat kamu sudah duduk di semester 5.

Kalau di saya, mata kuliah itu berjudul, pemrogramman berorientasi objek dan menggunakan bahasa java, yang super duper ribet.

Penutup

Udah kali ya wkwk, cape gan. Terima kasih sudah membaca sampai titik darah penghabisan, sampai ketemu di artikel berikutnya. See ya. babay




Terima kasih sudah membaca artikelnya, tetap semangat jalani harimu meskipun dunia bertolak belakang dengan keinginanmu. Dan jangan lupa ngopi supaya sadar pahitnya dunia tidak semanis mimpi. Ahay

Tertanda Sayang


Taufik Nurhidayah
Traktir Kopi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.